Catatan Perjalanan Pumas (Putera Mulya Sejahtera) SDD Kartasura-Bogor

Sudah lama penulis tidak menggunakan jasa angkutan umum untuk berpergian jarak jauh, baik itu kereta api atau bus malam. Lebih sering naik motor, hemat dan bebas waktu 😀



Pada kesempatan ini sebenarnya tidak ada agenda apa-apa sih, cuma ingin main aja. Dan akhirnya memutuskan tujuan ke Ancol, Dufan lebih tepatnya.

Karena kereta api zaman sekarang sudah benar-benar steril dari asap rokok, saya memutuskan untuk menggunakan jasa bus malam. Apalagi melihat di jalan raya sekarang banyak dihiasi penampilan bus-bus yang menarik, hingga mengundang rasa penasaran untuk menaikinya.

Beberapa jenis bus yang beredar di jalanan:

  1. Non HD (bus konvensional, dengan posisi sopir sama/lebih tinggi dari penumpang)
  2. HD (High Deck)), lebih tinggi dari bus non HD.
  3. SHD (Super High Deck), sedikit lebih tinggi dari bus HD, dan di bagian kaca depan dihiasi semacam "topi".
  4. HDD (High Deck Double Glass) hampir mirip dengan SHD
  5. Dan yang terakhir adalah SDD (Super Double Decker) atau biasa kita kenal dengan nama bus tingkat.
Untuk nomor 2-5 posisi sopir di bawah penumpang, jadi kita bisa lebih leluasa melihat pemandangan selama perjalanan.

Baca juga: Catatan Perjalanan Solo - Bali (Mengwi) dengan Bus Safari Dharma Raya (OBL)

Setelah survei muter-muter dari terminal Tirtonadi, Kartasura, Sukoharjo, Wonogiri, hingga terminal Purwantoro dan Batu. Sempat galau antara Agra Mas atau Pumas (Putera Mulya Sejahtera) yang sama-sama memiliki armada SDD. Akhirnya pilihan jatuh ke Pumas, dengan pertimbangan bus ini menggunakan mesin dan rangka Scania K410 iB, yang menurut saya masih lebih baik dari Mercedez Benz yang digunakan Agra Mas.

Untuk armada Pumas SDD ini dibagi dalam 2 kelas penumpang:


  • First Executive Class (38 kursi + 2 kursi untuk ruangan merokok) di dek atas dengan tarif Rp225.000
  • Elegant Class di dek bawah (hanya 6 kursi) tarif Rp325.000
*Tarif Juli 2017


Pesan tiket seminggu sebelumnya, ngincer hot seat soalnya. Dan akhirnya dapat juga 1C dan 1D. Kursi ini berada di dek atas, depan sebelah kanan. Jadi terasa menjadi sopir bus 😁. Sengaja saya pilih dek atas karena view lebih luas, kalau di bawah terhalang sekat ruang kemudi.
Tiket seharga Rp225.000 untuk First Executive Class
Fasilitas yang bisa dinikmati di kelas dek atas:
  • Kursi lega dengan konfigurasi 2-2
  • Bantal
  • Selimut
  • Ruangan merokok
  • Toilet ada di dek bawah
  • Mesin pembuat kopi/teh
  • LED TV di setiap kursi, dengan film-film pilihan kita sendiri (bisa bawa flashdisk sendiri)
  • Charger HP
Interior dek atas
Fasilitas yang bisa dinikmati di Elegant Class (dek bawah):
  • Kursi super lega karena hanya diisi 6 kursi dengan konfigurasi 1-2
  • Setelan kursi elektrik
  • Bantal
  • Selimut
  • Ruangan merokok ada di dek atas
  • Toilet
  • Mesin pembuat kopi/teh
  • LED TV di setiap kursi, dengan film-film pilihan kita sendiri (bisa bawa flashdisk sendiri)
  • Charger HP
Interior dek bawah
Itulah sekilas tentang interior Pumas DD05, sekarang langsung ke pembahasan perjalanan ke barat menuju Kota Hujan Bogor.

13.00
Kami berangkat dari rumah menuju terminal Kartasura dengan menggunakan kombinasi Ojek online dan Batik Solo Trans (BST). Karena jam 15.00 sudah harus kumpul di terminal.
Interior BST, cukup lenggang dibanding Trans Jakarta 😁
14.00 Pumas DD05 dengan tujuan Bogor masuk terminal Kartasura, lebih awal dari jadwal semula.
Setelah memastikan nomor bus kepada agen, tanpa menunggu waktu lama akirnya kami masuk dan naik ke dek atas.
Harjay memberi jalan, karena Pumas nggak mungkin masuk lewat pintu masuk karena ketinggian bus, terpaksa lewat jalur keluar

Kedatangan bus disambut para fotografer terminal
Tangga yang menghubungkan dek bawah dan atas, ada karpet merahnya
Langsung mencari kursi di sudut kanan, ada sedikit masalah ternyata sudah ditempati penumpang lain! Setelah saya tanya, ternyata kursi dia 1A, "waduh kalau 1A di sebelah kiri, Mas"!

Masalah selesai, sekarang giliran masalah perut, ya LAPAR! Sambil jalan-jalan di sekitar terminal kami mencari warung makan, tapi nggak ada yang cocok. Akhirnya pesan lewat ojek online, ayam goreng. Cukup lama menunggu sampai hampir 15.15, kru bus sudah siap-siap berangkat. Akhirnya mas driver ojek datang tepat waktu. Tak lama kemudian bus berangkat.
Suasana terminal Kartasura
Sempat ketemu Agra Mas DD
Sekedar informasi tambahan, Agra Mas DD ini dek bawah dan dek atas berlaku kelas yang SAMA. Jadi tidak ada klasifikasi khusus seperti halnya Pumas DD (koreksi kalau salah). Untuk harga tiket, saya belum mendapat informasi.

15.30 Bus mulai meninggalkan terminal Kartasura, berjalan perlahan. 
Masih banyak anak-anak usia remaja mengambil gambar bus ini di sepanjang jalan keluar terminal.
Walaupun di dek atas kaca depan dilapisi film biar nggak silau, tapi masih sedikit terasa silau karena matahari masih terlihat. Kru bus mulai membagikan snack berisi air mineral dan roti.

Di jalan Solo-Boyolali, bus ini untuk pertama kalinya meng-overtake, sebuah kontainer sarat muatan memberi kode sein kiri yang artinya memberi jalan untuk di-overtake.
Overtake pertama
16.07 Masuk terminal Boyolali. 
Tidak terlalu lama berhenti di sini hanya sekitar 5 menit, menaikkan beberapa penumpang. Keluar dari Boyolali di-overtake Agra Mas HD. Karena bodinya lebih kecil jadi lebih lincah mebelah jalanan yang cukup padat.
Terminal Boyolali
16.47 Masuk terminal Salatiga. Cukup lama berhenti di sini, sekitar 20 menit.
Suasana terminal Salatiga
Karena bus berhenti cukup lama, tiba-tiba hasrat merokok saya timbul. Sambil mencoba gimana sih rasanya merokok di dek atas. Ternyata rasanya nyaman, ada 2 kursi yang cukup lebar untuk diduduki 2 perokok sekaligus. Dan yang membuat lebih nyaman, kacanya bisa dibuka! Pengalaman pertama bagi saya merokok di bus yang kacanya bisa dibuka, jadi kesan sumpek, pengap bisa teratasi di bus ini.
Ruangan merokok
Keluar dari Salatiga menuju Bawen sempat menikmati pemandangan sunset.
Sunset
17.30 Masuk terminal Bawen
Terminal Bawen

17.41 Masuk Tol Bawen
Gerbang Tol Bawen
18.00 Keluar dari Tol Banyumanik, duo Tunggal Dara sepertinya mengejar waktu 😊
Keluar Banyumanik
18.25 Agen Krapyak, Semarang.
Di sini menaikkan penumpang untuk terakhir kalinya, cuma 1 orang di dek atas.

18.45 Masuk Kendal
Beberapa PO Ramayana jurusan Jogja-Jakarta menyalip.

19.20 Masuk Batang
Di Batang mulai bertemu dengan bus-bus Muriaan diantaranya Zentrum, Haryanto. Satu per satu mereka menyalip, manuver Haryanto keren.
Sebenarnya ada 2 bus yang saya nantikan, yaitu PO Nusantara dan Shantika yang terkenal memiliki bodi belakang aduhai 😉 Tapi sayang tidak bertemu dengan mereka, mungkin jam keberangkatan yang lebih awal.

19.27 Servis makan di RM Raos Eco, Batang
Saatnya makan malam! Menu yang menurut saya sederhana, sayur bening, oseng, dan satu potong ayam. Soal rasa, saya menilai standart lah.
RM Raos Eco
Bertemu juga beberapa bus di sini, satu diantaranya Laju Prima, dan tentunya beberapa Pumas dari kelas VIP, Eksekutif, sampai SDD.
Area parkir RM Raos Eco
20.18 Meninggalkan RM Raos Eco
Selepas rumah makan ini, jalan mulai menyempit. di sekitar bahu jalan ada banyak pohon yang sedikit mengganggu performa Pumas SDD. Sopir dengan santai membawa bus agak ke tengah, tanpa mengganggu arus lalu lintas dari arah berlawanan.

Banyak sekali diasapi bus-bus lain di jalur ini. Karena arus padat, dan jalan yang sempit membuat Pumas sedikit "kesulitan" memacu kecepatan.

22.02 Masuk Pemalang
Laju pumas sedikit lebih cepat di sini. Di Pemalang ini mulai berpapasan bus-bus dari arah Jakarta, bertemu juga kembaran Pumas SDD.

00.29 Masuk Tol Cipali
Di jalan bebas hambatan ini, Scania K410 iB mulai unjuk gigi. Satu per satu bus-bus menyalip tadi ganti di-overtake. hanya Haryanto yang sama sekali hilang ditelan kegelapan malam *halah*.
Kecepatan maksimal yang sempat saya catat lewat aplikasi smartphone adalah 118 km/jam. Mungkin di speedometer pengemudi bisa lebih.

03.21 Keluar Tol Cikbar
Di sini kebanyakan tidur!

03.40 Masuk Bulak Kapal
Menurunkan beberapa penumpang.

04.01 Masuk Jati Asih
Cukup lama berhenti di sini, ternyata kami harus pindah bus. tapi bukan masalah berarti sih, karena busnya juga SDD.
Sedikit saran untuk Pumas: speaker di atas tolong difungsikan, supaya penumpang di dek atas bisa tahu sampai terminal mana. Ataupun kalau harus pindah bus seperti yang saya alami.

05.30 Sampai di tujuan Baranang Siang!
Terima kasih Pumas beserta kru yang sangat ramah, bahkan ketika saya jalan masih sempat diklakson sama pak sopir. Salut, Pak!

Spesifikasi/Detail Bus

Bus: PO Putera Mulya Sejahtera (Pumas)
Sasis: Scania K410 iB
Bodi: SDD 2++
Karoseri: Adiputro
Nomor Polisi: AD 1605 DF
Nomor Bus: DD05
Jurusan: Prambanan-Klaten-Delanggu-Kartasura-Semarang-Bekasi-Bogor
Kelas: Elegant Class (dek bawah) dan First Executive Class (dek atas)
Tiket: Rp325.000 (EC) Rp225.000 (FEC) *Harga Bulan juli 2017
Waktu tempuh: 14 jam
Fasilitas: AC, Reclening Seat (elektrik khusus EC), sandaran kaki, bantal, selimut, toilet, area merokok, Vod (Video on Demand), USB Charger, 1x servis makan, Snack, coffee maker
Kapasitas tempat duduk: 6 kursi (dek bawah), 38 kursi + 2 kursi untuk merokok

Penilaian Penulis

(+) Armada Scania baru, nyaman.
(+) Tidak limbung walaupun berada di dek atas.
(+) Sopir mengemudi dengan sangat halus, kecepatan konstan. Baru lari saat di tol.
(+) Ruangan merokok yang luas, kaca bisa dibuka.
(+) Kru ramah
(+) Vod sangat membantu terutama bagi yang melakukan perjalanan seorang diri, tapi sayang subtitle sedikit terlambat. Saya pribadi sangat senang karena bisa terbebas dari dangdut koplo live yang biasanya jadi menu wajib ketika naik bus malam 😁
(+) Adanya charger di setiap kursi, penumpang tidak perlu repot membawa powerbank.

(-) Tidak berfungsinya speaker di dek atas, yang harus untuk informasi ketika sampai terminal/tujuan.
(-) Servis makan lebih ditingkatkan lagi.

Demikian catatan perjalanan ini saya tulis, tidak ada maksud menjatuhkan pihak-pihak tertentu. Bila ada pihak yang merasa dirugikan dengan tulisan saya ini, sampaikan pada kolom komentar, dan saya bersedia untuk menyuntingnya.

Karanganyar, 10 Agustus 2017.

Arie Witantra

Subscribe to receive free email updates:

6 Responses to "Catatan Perjalanan Pumas (Putera Mulya Sejahtera) SDD Kartasura-Bogor"

  1. Bus SDD Puma sangat rekomended, beberapa kali naik Kartosuro - Bekasi baik deck atas maupun bawah.
    Kecepatan stabil dan bahkan cepat (rata-rata 12 jam untuk Bekasi-Kartosuro), dan rekor seminggu yang lalu hanya 10 jam Bekasi-Kartosuro termasuk istirahat 1 jam lebh di km 102. Tetap nyaman meskipun cepat termasuk di jalanan yang kurang mulus seperti Tegal - Pemalang - Pekalongan.
    Karena cepat & nyaman, istri yang baru pertama naik bus SDD(sebelumnya phobia naik bus) jadi pingin naik lagi. Dan adanya individual AVOD sehingga tidak perlu ada Video umum yang biasanya diputer Dangdut Koplo.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mas.

      Fasilitas bus-bus malam sekarang sudah benyak kemajuan, alternatif bagi kita yang sering berpergian tanpa harus takut kehabisan tiket kereta 😃

      Btw, salam buat istrinya ya.

      Semakin banyak bus SDD sekarang, ada yang kelas sleeper juga di PO sebelah.

      Hapus
  2. mantapp mas'e.. jadi pengen nyoba nih, tpi di rute sebaliknya; bogor - wonogiri.. hehe

    BalasHapus
  3. Mas rekomendasi bis dari denpasar ke jogja yang suosss apa ya mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suoosss cepet?
      Restu Mulya boleh dicoba, sekarang keluar yang SHD.
      Atau saudara kembarnya Wisata Komodo juga joss larinya.
      Tiket sekitar 285 ribu.

      Tami Jaya atau Mtrans bisa jadi pilihan lain.

      Kalau paling nyaman dan murah saya rekomendasikan Safari Dharma Raya, seperti yang saya tulis di blog ini juga.

      Semoga membantu.

      Hapus