Catatan Perjalanan Safari Dharma Raya (OBL) Solo-Bali (Mengwi)

Untuk kedua kalinya berbagi tulisan mengenai perjalanan menggunakan jasa bus malam, setelah sebelumnya saya menulis tentang Catatan Perjalanan Kartasura-Bogor Menggunakan Bus Pumas (Putera Mulya Sejahtera) SDD. Perjalanan kali ini ke arah timur, tepatnya ke Pulau Bali atau biasa juga disebut Pulau Dewata.

Beberapa hari sebelum keberangkatan, saya menyempatkan diri untuk melihat-lihat bus di terminal Tirtonadi, agen-agen bus jurusan Bali di sekitar Jalan Setiabudi hingga Sragen.
Saya baru sadar ternyata bus jurusan ke Bali sedikit dibanding bus dengan tujuan kota-kota lain, misalnya Jakarta, Bandung, Bogor dll.
Mungkin hanya ada sekitar 8 perusahaan bus, itu pun rata-rata hanya memberangkatkan 1 bus per PO. Bus-bus tersebut antara lain: PO Gunung Harta (2 bus), PO Safari Dharma Raya (2 bus, masing-masing dari Semarang dan Yogyakarta. Karena saya berangkat dari Solo, jadi bisa pilih keduanya), kemudian ada PO Pahala Kencana, PO Sedya Mulya, PO Tami Jaya, PO Restu Mulya dan PO Wisata Komodo. Menyusul yang terbaru adalah PO Mtrans, menurut info baru mulai beroperasi di bulan September 2017. Ketika saya melakukan survei, bus ini hanya sedang cek solar.

Setelah beberapa hari survei, saya menemukan fakta bahwa bus-bus jurusan Bali ini jarak kursinya lebih lega dibanding bus jurusan kota lain. Rata-rata setiap bus hanya terdiri dari 28 sampai 32 kursi saja.
Masing-masing PO mempunyai kelebihan dan kekurangan, diantaranya:
Gunung Harta ada ruangan merokok, Safari Dharma Raya kursinya paling lega, Tami Jaya dengan tiket paling murah, Restu Mulya dan Wisata Komodo yang bisa sampai ke terminal Ubung.
Informasi tambahan: rata-rata busa jurusan Jawa Tengah - Bali hanya sampai terminal Mengwi, untuk mencapai terminal Ubung harus menayambung lagi dengan mini bus dengan tarif sekitar RP15.000. Kalau dari Bali ke arah jawa Tengah, kita bisa naik dari terminal Ubung. Saya juga tidak tahu pasti kenapa terjadi seperti ini?

Setelah menimbang-nimbang, saya akhirnya memutuskan untuk menggunakan bus Safari Dharma Raya. Dengan pertimbangan bus ini paling lega, tiket juga murah (walaupun bukan yang termurah) hanya Rp260.000 servis makan sekali, pertimbangan yang utama karena bus ini berangkat paling akhir, sesuai jadwal jam 5 sore. Yang lain sekitar jam 2-3 sore.

Safari Dharma Raya Executive class
Seminggu sebelumnya saya menuju ke agen safari Dharma Raya di jalan Setiabudi Solo, dengan harapan bisa mendapat kursi paling depan atau biasa dikenal di kalangan Bismania dengan sebutan hot seat. Dan harapan itu menjadi kenyataan, saya mendapat kursi dengan nomor 3 dan 4 di belakang sopir. Oh iya sebagai informasi tambahan, bus jurusan Bali sistem penomoran tempat duduk berbeda dengan bus-bus lain pada umumnya.
Biasanya kalau kita naik bus, 4 baris pertama di kursi depan di isi dengan nomor 1A,1B,1C, dan 1D. Kalau jurusan Bali, 4 kursi terdepan diberi nomor (dari kiri ke kanan) 1,2,3,dan 4, baris kedua nomor 5,6,7,dan 8 dan seterusnya. Jadi tidak usah bingung ketika Anda mendapat nomor kursi 13, itu di baris tengah 😁
Tiket seharga Rp260.000
Salah satu kelebihan OBL adalah adanya fasilitas penjemputan penumpang untuk wilayah Solo kota, gratis alias tanpa dipungut biaya.
Jam 4 sore saya janjian dengan agen untuk menjemput di SPBU Sekarpace, kurang dari jam 4 mobil penjemput ternyata sudah datang, saya sampai ditelpon dari agen, padahal lagi makan.
Mobil jemputan
16.25 Sampai di agen Setiabudi
17.05 Bus Safari Dharma Raya datang
Sekilas saya baca di kaca bagian depan, tertulis jurusan Semarang - Solo - Denpasar.


Bus dari Semarang

Setelah menata barang bawaan di bagasi, dan meminta tiket bagasi, langsung saja saya masuk ke dalam bus, penasaran dengan interior bus yang hanya berisi 28 kursi. Ternyata sangat lega, walaupun di kursi saya bagian depan agak sempit karena ada pembatas dengan pengemudi. Tapi kursi bagian belakang sangat lega, bisa rebahan tanpa mengganggu penumpang di belakang.
Interior 
Interior



Bisa rebahan maksimal
17.26 Bus berangkat
Setelah menaikkan beberapa penumpang dan beberapa paket di agen Setiabudi, bus berangkat meninggalkan agen, menyusuri macetnya kota Solo, bersamaan dengan orang-orang pulang kerja. Di palang kereta sebelum simpang lima Balapan tertahan agak lama.
Belum sampai meninggalkan kota Solo, kru bus sudah membagikan snack. Sebuah kotak berisi roti, air mineral ukuran gelas, dan 2 butir permen lumayan buat mengganjal perut.
Snack
18.23 Meninggalkan Sragen
Jalan mulai sedikit lenggang, bus-bus legendaris dari Jawa Timur seperti Eka, Mira, Sugeng Rahayu mulai terlihat di jalanan menuju Ngawi ini.
18.55 Melintas Terminal Gendingan
19.22 Masuk Rumah Makan Duta
OBL parkir di RM Duta

Setelah menyerahkan kupon makan kepada petugas RM, yosh saatnya santap malam!
Di RM Duta ini tidak ada batasan untuk mengambil potongan ayam, bebas! kalau biasanya satu kupon mendapat satu potong ayam, di sini ebbas mau ambil berapa potong. Ada daging ayam, ampela, bihun goreng dan sambel goreng kentang + tahu. Rasanya menurut saya lumayan enak.
Menu makan
Sempat bertemu beberapa bus Eka dan Harapan jaya di rumah makan ini, tentunya dengan menu yang berbeda. PO Eka mendapat perlakuan khusus, karena bisa memilih menu yang berbeda.
19.52 Meninggalkan RM Duta dan ganti pengemudi
Tidak berapa lama meninggalkan RM Duta, OBL masuk ke teminal Ngawi walaupun tidak menaikkan penumpang. Mungkin semua bus diwajibkan masuk terminal Ngawi.
Pengemudi yang kedua ini lebih pelan bawa busnya, kalau kata orang Jawa alon-alon waton kelakon.
20.36 Melintas Karangjati
21.31 Masuk Nganjuk
Di sepanjang Nganjuk hingga Jobang ini OBL menjadi "bulan-bulanan" bus-bus lain, tercatat Mila jurusan Jogja - Banyuwangi, Wisata Komodo, Eka Cepat, hingga Mira AC biasa sukses mengasapi bus yang saya tumpangi tanpa adanya perlawanan berarti.
22.11 Saya memutuskan pindah kursi ke belakang, kebetulan penumpang tidak penuh. Hanya berisi 15 penumpang saja, jadi saya bisa dengan bebas menepati 2 kursi kosong di bagian tengah.
Setelah sandaran saya mundurkan semua, akhirnya terlelap. Baru kali ini saya merasakan bus kelas eksekutif yang benar-benar nyaman, kabin senyap tidak berisik. Walaupun ini bus keluaran cukup tua yaitu tahun 2013.
04.30 Bangun tidur
Sempat bingung, clingak-clinguk cari papan di kanan-kiri bus akhirnya ketemu tulisan Banyuputih, ternyata sudah masuk wilayah Banyuwangi. Tidak lama lagi sampai di pelabuhan.
Di sepanjang jalan menuju pelabuhan Ketapang ini pemandangannya cukup bagus, melewati hutan belantara. Di sebelah kanan Gunung Ijen berdiri dengan gagahnya, seakan-kan mengikuti laju bus, di sebelah kiri Gunung Baluran juga tidak kalah gagah.
05.23 Masuk pelabuhan Ketapang
Suasana Pelabuhan Ketapang
OBL dengan latar belakang sunrise
Antre cukup lama untuk masuk ke kapal, waktu yang ada digunakan penumpang untuk ke toilet, sholat subuh, ada juga yang beli sarapan.
05.56 Masuk kapal
Setelah menunggu lebih dari setengah jam, akhirnya giliran masuk kapal tiba.
Masuk kapal
06.48/07.48 (WITA) Masuk Gilimanuk
Kapal bersandar di Pelabuhan Gilimanuk
Keluar dari Gilimanuk, penumpang harus berjalan kaki terlebih dahulu karena ada pemeriksaan KTP oleh aparat setempat. Setelah pemeriksaan, penumpang baru diperbolehkan menaiki bus kembali.
08.08 (WITA) Meninggalkan Gilimanuk
08.58 (WITA) Masuk Negara
Jalan di sini lebih sempit dibanding jalanan di Pulau Jawa pada umumnya.
10.00 (WITA) Masuk Tabanan
Di Tabanan kita disuguhi pemandangan yang eksotis: sawah, pantai, dan pohon kelapa.
 Pantai di balik pepohonan
Pantai di sepanjang jalan Tabanan


10.24 Berhenti isi angin di RM Soka Indah
Soka Indah
Cukup lama berhenti di sini, saya jga sempat beli sarapan. Dan hal yang kurang mengenakkan terjadi, kru bus menghampiri saya mengatakan bahwa BUS RUSAK dan harus ganti bus umum. Saya sempat kecewa, karena saya bawa carrier dengan isi penuh. Tapi akhirnya saya bisa menerima keadaan ini, hal seperti ini bisa saja terjadi pada bus apapun bahkan yang terbaru sekalipun. Orang bijak mengatakan selalu ada hikmah dibalik sebuah kejadian. Benar saja, ada hikmah yang saya ambil yaitu dengan bus umum saya bisa langsung menuju ke terminal Ubung di mana rental motor yang sudah saya pesan letaknya lebih dekat ke Ubung.

Tidak ada rasa jera dari saya pribadi untuk kembali menggunakan armada Safari Dharma Raya lagi, ketika pulang ke Solo saya kembali memesan tiket safari Dharma Raya dengan harga tiket yang lebih murah, yaitu Rp250.000 karena sedang ada promo.
Saat di terminal Ubung, bus datang dan ternyata... .saya harus kembali naik bus yang sama saat berangkat. Ketika di bagasi, saya sambil bercanda bilang ke kru bus "kali ini nggak pakai mogok lagi ya, Pak". Dia hanya tersenyum 😀
Tiket pulang Denpasar-Solo

Spesifikasi/Detail Bus

Bus: Safari Dharma Raya (OBL)
Sasis: Mercy
Tahun perakitan: 2013
Bodi: Jetbus HD
Karoseri: Adiputro
Nomor Polisi: AA 1515 RY
Jurusan: Semarang-Solo-Denpasar
Kelas: Eksekutif
Tiket: Rp260.000 (Agustus 2017)
Waktu tempuh: kurang lebih 18 jam
Fasilitas: Recleaning seat, sandaran kaki, toilet, bantal, selimut, snack, makan prasmanan 1x.
Kapasitas tempat duduk: 28 kursi

Penilaian Penulis

(+) Nyaman
(+) Kursi lega
(+) Kabin senyap
(+) Servis makan oke
(+) Kru bus ramah
(+) Ada fasilitas penjemputan penumpang

(-) Pengemudi kedua membawa bus terlalu pelan
(-) Tidak ada televisi
(-) Tidak ada fasilitas shuttle bus ketika bus utama mengalami kerusakan

Demikian catatan perjalanan ini saya tulis, mohon maaf bila ada pihak-pihak yang kurang berkenan dengan tulisan saya.
Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Kartasura, 12 September 2017

Arie Witantra

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Catatan Perjalanan Safari Dharma Raya (OBL) Solo-Bali (Mengwi)"

Posting Komentar