Tips Mendaki Gunung untuk Pemula

Baca Juga

Jika ada orang yang bilang "kamu harus naik gunung, setidaknya sekali seumur hidup", apakah kamu setuju?

Entah setuju atau tidak, mendaki gunung memang menyenangkan dan memberikan pengalaman baru.

Kalau kamu belum pernah mendaki gunung, dan punya rencana untuk mendaki, beberapa tips berikut mungkin akan berguna supaya pengalaman pertamamu mendaki menjadi semakin lancar dan menyenangkan.

1. Cari gunung yang tidak terlalu tinggi

Pada kenyataannya, banyak pendaki pemula (yang baru pertama kali mendaki) langsung mendaki gunung dengan ketinggian lebih dari 3.000 mdpl. Merbabu, Lawu, Slamet, bahkan Semeru 😲

Hal ini tidak disarankan, mengingat mendaki gunung bukanlah perjalanan biasa. Apalagi kalau dalam pendakian tidak ada teman yang sudah berpengalaman.

Banyak gunung dengan ketinggian di bawah 3.000 mdpl dengan jalur yang relatif mudah, namun memiliki pemandangan yang tak kalah keren. Diantaranya Gunung Prau dan Gunung Andong di Jawa Tengah, atau Gunung Penanggungan di Jawa Timur, dan masih banyak lagi gunung-gunung yang cocok untuk pemula.
Gunung Andong

2. Pelajari dulu gunung yang hendak didaki

Setelah memutuskan untuk mendaki salah satu gunung, langkah berikutnya adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang gunung tersebut. Di internet, banyak pendaki yang menuliskan pengalaman pribadinya di blog atau wordpress. Atau bisa juga menanyakan langsung kepada teman atau saudara yang sudah pernah mendaki gunung yang akan kamu daki.

Beberapa hal yang cukup penting untuk diperhatikan adalah mengenai kondisi jalur pendakian, ketersediaan sumber air, serta perijinan. Ada baiknya kamu mem-follow akun media sosial dari basecamp gunung tersebut, untuk memudahkan mencari informasi yang lebih up to date.
Beberapa gunung mewajibkan pendaki untuk melakukan booking terlebih dahulu, biasanya gunung seperti ini dibatasi kuota perharinya, seperti Semeru misalnya.

3. Pilih jalur yang paling umum

Jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang
Sebagian gunung memiliki jalur pendakian lebih dari satu. Untuk lebih amannya, pilihlah jalur yang paling umum karena jalurnya akan lebih jelas sehingga kemungkinan tersesat menjadi lebih kecil.
Jangan pernah coba-coba dalam memilih jalur ketika memilih jalur pendakian, ikuti saja petunjuk arah yang ada. Atau kalaupun tidak ada petunjuk arah/panah, ikuti jalan yang terlihat sering dilewati orang, di sini insting kita sangat diperlukan.

4. Mendakilah saat weekend

Ada hal baik dan buruk jika kita mendaki gunung di akhir pekan. Hal baiknya, jalur pendakian relatif lebih ramai sehingga kita tidak perlu khawatir akan tersesat atau masalah lain terkait navigasi. Jika kita ada masalah di sepanjang jalan, kita tidak akan kesulitan meminta pertolongan.
Hal buruknya adalah kita akan kehilangan feel mendaki.

5. Hilangkan gengsi!

Kadang-kadang kita suka gengsi untuk mengakui kalau kita sudah lelah sehingga menolak untuk break. Padahal kalau dipaksakan bisa sangat fatal resikonya.
Kalau memang sudah merasa lelah, istirahatlah sejenak sambil memulihkan stamina.

6. Ajaklah teman yang lebih berpengalaman

Mendaki bersama orang yang berpengalaman membuat pendakian kita menjadi lebih asik, dan tenang secara psikis. Biasanya, mereka punya skill untuk memasak nasi serta lauk-pauknya sehingga kamu tidak perlu mengkonsumsi mie instan terus-menerus saat berada di gunung. Mereka biasanya juga lebih memaklumi kondisi fisik kita yang baru pertama kali mendaki gunung.

7. Olahraga kecil-kecilan

Kalau kamu jarang berolahraga, mulailah untuk melakukannya sebagai persiapan mendaki. Jogging bisa menjadi pilihan yang paling tepat, karena olahraga ini bisa melatih kekuatan kaki serta pengaturan nafas. Renang dan bersepeda juga baik untuk melatih mengatur pernafasan. supaya tidak ngos-ngosan saat mendaki nanti.

8. Bawa makanan manis, seperti cokelat atau madu

Makanan manis mengandung banyak kalori sehingga bisa mengembalikan tenaga dan stamina kita lebih cepat.
Hindari membawa makanan yang sifatnya asin atau gurih, karena akan menyebabkan kita lebih sering haus. Hal ini mengakibatkan konsumsi air menjadi lebih banyak. Saat pendakian, kita harus pandai-pandai dalam membawa air. Jangan terlalu banyak karena akan menjadi beban yang berat, jangan juga terlalu sedikit, karena jika kekurangan air bisa berakibat dehidrasi.

9. Bawa peralatan lengkap

Satu hal yang perlu kamu tekankan saat berada di gunung adalah jangan terlalu mengandalkan orang lain!
Maksudnya kamu harus membawa perlengkapan pribadi sendiri. Contohnya senter, senter sangat vital jika pendakian dilakukan pada malam hari. Kamu harus bawa penerangan sendiri, jangan meminjam teman, karena dia juga membutuhkan.

10. Gunakan pakaian gunung

Pakailah pakaian yang memang diperuntukkan bagi pendaki, hindari penggunaan pakaian berbahan denim/jeans. Selain dingin dan sulit kering saat basah, pakaian dari bahan jeans membuat kita tidak leluasa bergerak.
Pakaian hangat seperti jaket gunung, sweater dll. jangan lupa dibawa, karena cuaca di gunung sulit diprediksi, kadang bisa mencapai suhu minus.

11. Selalu menjaga kebersihan dan kelestarian gunung

"Bawa kembali sampahmu!"
Sering kita membaca tulisan seperti itu bukan? Memang benar, sekarang banyak pendaki yang meninggalkan sampah di gunung, sehingga gunung terlihat kotor.
Setidaknya bawalah sampah kita sendiri turun.

Demikian tips mendaki gunung untuk pemula, semoga bermanfaat.
Salam lestari!

Sumber: yukpiknik.com (dengan perubahan seperlunya)

0 Response to "Tips Mendaki Gunung untuk Pemula"

Posting Komentar